Jakarta – Di tengah kesibukan menjaga keamanan dan ketertiban nasional, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo turun langsung berbagi dengan masyarakat dalam rangkaian kegiatan sosial di bulan Ramadan. Aksi humanis yang dilakukan di lingkungan Mabes Polri ini mendapat apresiasi dari berbagai elemen masyarakat, termasuk dari Cemara Institute, lembaga kajian kebijakan publik yang menilai langkah tersebut sebagai bentuk pelayanan kepolisian yang merakyat.
Direktur Cemara Institute, Rizqi Fathul Hakim menyatakan bahwa apa yang dilakukan oleh Kapolri beserta jajaran Pejabat Utama Mabes Polri merupakan contoh nyata kepemimpinan yang tidak hanya bertumpu pada tugas formal, tetapi juga pada kepekaan sosial. Ia menegaskan bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat dalam momen seperti ini sangat berarti untuk membangun kepercayaan publik.
“Kami memberikan apresiasi kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo atas peran aktifnya menggelar kegiatan berbagi takjil, santunan anak yatim, hingga buka bersama wartawan. Ini adalah langkah humanis yang patut dicontoh, karena menunjukkan bahwa Polri tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelayan masyarakat yang dekat dengan rakyat,” ujar Rizqi Fathul Hakim dalam keterangan persnya, Rabu (25/2/2026).
Kegiatan sosial tersebut digelar di halaman Markas Besar Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan. Kapolri tampak didampingi oleh sejumlah Pejabat Utama Mabes Polri, termasuk Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho. Mereka bersama-sama membagikan takjil kepada para pengendara sepeda motor dan pengguna jalan yang melintas di depan Mabes Polri. Masyarakat yang menerima takjil tampak antusias, mengingat momen menjelang berbuka puasa menjadi waktu yang tepat untuk berbagi.
Tidak hanya berhenti pada pembagian takjil, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemberian santunan dan bingkisan tali kasih kepada sejumlah anak yatim yang diundang ke Ruang Rupatama Mabes Polri. Suasana haru dan kebahagiaan terpancar dari wajah anak-anak yang menerima santunan langsung dari orang nomor satu di institusi Polri tersebut. Acara kemudian diakhiri dengan buka puasa bersama yang juga dihadiri oleh para jurnalis dari berbagai media.
Dalam sambutannya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menekankan bahwa momentum Ramadan harus dimanfaatkan untuk terus menjaga tali silaturahmi, yang menurutnya menjadi salah satu kekuatan utama bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan.
“Yang pertama mengucapkan terima kasih bahwa kegiatan hari ini bisa kita selenggarakan. Dan ini tentunya bagian dari upaya kita untuk terus menjaga tali silaturahmi, yang tentunya ini juga menjadi salah satu kekuatan,” jelas Kapolri di hadapan para undangan.
Lebih lanjut, Jenderal Listyo Sigit juga menyoroti pentingnya peran media dalam menyampaikan informasi yang faktual dan terpercaya kepada masyarakat. Di tengah maraknya misinformasi dan disinformasi, ia berharap media dapat menjadi mitra strategis Polri dalam memberikan pencerahan kepada publik.
“Oleh karena itu tentunya kami melihat dan memandang bahwa media adalah mitra sangat strategis buat kami, buat institusi Polri. Dan oleh karena itu tentunya, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada teman-teman media yang terus menyampaikan informasi,” ujar Kapolri.
Menanggapi hal tersebut, Rizqi Fathul Hakim menambahkan bahwa pendekatan humanis yang dilakukan Kapolri, termasuk dengan melibatkan wartawan dalam kegiatan buka bersama, menunjukkan keterbukaan institusi Polri terhadap kritik dan masukan. Ia menilai bahwa sinergi antara Polri dan media sangat penting untuk menciptakan suasana kondusif di tengah masyarakat.
“Kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa Polri tidak alergi terhadap kritik. Dengan melibatkan wartawan, Kapolri ingin membangun komunikasi yang setara dan transparan. Ini adalah modal sosial yang sangat berharga dalam menjaga stabilitas keamanan,” imbuhnya.
Pembagian takjil tidak hanya berlangsung di depan Mabes Polri, tetapi juga dilakukan di tiga titik lainnya di sekitar kawasan tersebut. Personel kepolisian dikerahkan untuk memastikan kegiatan berjalan tertib dan lancar. Antusiasme masyarakat terlihat dari sambutan hangat mereka saat menerima takjil, yang dinilai membantu sekaligus membawa berkah di waktu yang penuh keistimewaan ini.
Rizqi Fathul Hakim menutup pernyataannya dengan harapan agar kegiatan serupa tidak hanya berhenti di tingkat pusat, tetapi juga dapat diadopsi oleh jajaran Polda dan Polres di seluruh Indonesia. Ia meyakini bahwa dengan terus mendekatkan diri kepada masyarakat, citra Polri sebagai pelindung dan pengayom akan semakin kuat di mata publik.
“Kami berharap langkah humanis Kapolri ini bisa menjadi inspirasi bagi seluruh jajaran kepolisian di daerah. Dengan berbagi dan hadir di tengah masyarakat, polisi tidak lagi dilihat sebagai sosok yang menakutkan, melainkan sebagai sahabat yang selalu siap melayani. Ramadan tahun ini menjadi bukti bahwa Polri benar-benar hadir untuk rakyat,” pungkasnya.
