Jakarta – Langkah strategis Kepala Badan Narkotika Nasional RI, Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, dalam meluncurkan layanan Call Center 184 yang siaga 24 jam mendapat apresiasi positif dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Cemara Institute, lembaga kajian kebijakan publik yang menilai inovasi ini sebagai terobosan penting dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika di Indonesia.
Direktur Cemara Institute, Rizqi Fathul Hakim menyatakan bahwa peluncuran call center 184 merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam merespons darurat narkotika yang selama ini menjadi ancaman serius bagi generasi muda. Ia menegaskan bahwa layanan ini tidak hanya memudahkan akses pelaporan, tetapi juga membangun kepercayaan publik terhadap institusi BNN.
“Kami memberikan apresiasi kepada Kepala BNN RI, Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, atas peluncuran Call Center 184 yang siaga 24 jam. Ini adalah langkah inovatif yang sangat strategis dalam upaya pencegahan penyebaran narkotika. Masyarakat kini memiliki saluran resmi yang cepat, aman, dan dapat diakses kapan saja untuk melaporkan dugaan penyalahgunaan narkoba,” ujar Rizqi Fathul Hakim dalam keterangan persnya, Rabu (25/2/2026).
Badan Narkotika Nasional (BNN) secara resmi meluncurkan Layanan Call Center 184 sebagai bagian dari transformasi digital institusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, menegaskan bahwa pembaruan layanan ini bukan sekadar modernisasi fasilitas, melainkan wujud komitmen negara untuk hadir lebih responsif di tengah masyarakat.
“Tujuan utama dari peluncuran Layanan Call Center 184 adalah untuk memperkuat akselerasi program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), sekaligus menjamin kehadiran negara yang lebih responsif, cepat tanggap, dan memberikan solusi yang tepat bagi masyarakat,” ujar Suyudi saat peluncuran di Jakarta.
Call Center 184 beroperasi penuh selama 24 jam sehari dan tujuh hari dalam sepekan tanpa libur. Layanan ini dirancang untuk memudahkan masyarakat dalam memperoleh informasi seputar narkotika, menyampaikan pengaduan, hingga melaporkan dugaan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika secara lebih praktis. Selain itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan ini untuk berkonsultasi terkait mekanisme, prosedur, serta akses rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkoba.
Rizqi Fathul Hakim menambahkan bahwa kehadiran Call Center 184 menjadi bukti bahwa BNN serius dalam membangun sistem pencegahan berbasis partisipasi publik. Ia menilai pendekatan ini jauh lebih efektif dibandingkan metode konvensional yang selama ini kerap terkendala birokrasi dan akses informasi.
“Layanan 24 jam ini memberikan kemudahan luar biasa bagi masyarakat. Tidak perlu takut atau ragu untuk melapor karena sistemnya menjamin keamanan data pelapor. Ini adalah bentuk modernisasi pendekatan pemberantasan narkoba yang patut diapresiasi. Masyarakat kini menjadi mitra aktif BNN, bukan sekadar objek sosialisasi,” imbuhnya.
Kepala BNN RI memastikan bahwa setiap data dan informasi yang diterima melalui Call Center 184 akan diperlakukan sebagai aset penting yang dianalisis serta ditindaklanjuti secara cepat dan tepat. Sistem yang dibangun dalam layanan tersebut dirancang sebagai dashboard informasi komprehensif guna mendukung proses pengambilan kebijakan berbasis data yang akurat dan tepat sasaran.
Suyudi juga berharap layanan ini dapat menjadi katalisator dalam memperkuat koordinasi lintas sektoral, baik di lingkungan internal BNN maupun bersama aparat penegak hukum lainnya. Dengan integrasi data yang baik, penanganan kasus narkotika diharapkan semakin efektif dan efisien.
Rizqi Fathul Hakim menutup pernyataannya dengan harapan agar inovasi ini dapat diikuti oleh institusi penegak hukum lainnya serta didukung oleh partisipasi aktif masyarakat. Ia mengingatkan bahwa pemberantasan narkotika tidak bisa dilakukan sendiri oleh BNN, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen bangsa.
“Kami berharap Call Center 184 dapat berjalan konsisten dan terus ditingkatkan kualitasnya. Masyarakat juga harus sadar bahwa melaporkan kasus narkoba adalah bagian dari jihad melawan kehancuran generasi. Jangan takut, jangan ragu, gunakan layanan ini dengan bijak. Dengan sinergi yang baik antara BNN, aparat penegak hukum, dan masyarakat, kita optimis bisa memenangkan perang melawan narkotika,” pungkasnya.
Peluncuran Call Center 184 menjadi simbol komitmen BNN dalam meningkatkan kesiapsiagaan pelayanan publik serta memperkuat upaya pemberantasan narkotika di Indonesia. Layanan ini dapat diakses melalui nomor 184 atau kanal digital resmi BNN yang tersedia 24 jam.
