INSPIRA Apresiasi Kapolres Bogor: Kerahkan 5.000 Personel Amankan Arus Mudik Lebaran 2026

Kabupaten Bogor – Pengurus Besar Inisiator Perjuangan Ide Rakyat (PB INSPIRA) memberikan apresiasi kepada Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto atas pengerahan lebih dari 5.000 personel gabungan dalam rangka pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2026. Operasi Ketupat Lodaya 2026 resmi digelar mulai 13 hingga 25 Maret 2026, melibatkan unsur TNI, Polri, instansi terkait, serta elemen masyarakat untuk memastikan kelancaran dan keselamatan perjalanan jutaan pemudik yang melintasi wilayah Kabupaten Bogor.

Apel gelar pasukan yang menandai dimulainya operasi tersebut berlangsung di Stadion Pakansari, Cibinong, pada Kamis (12/3/2026). Dalam kesempatan itu, Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto didampingi Bupati Bogor Rudy Susmanto serta jajaran Forkopimda mengecek kesiapan personel dan sarana prasarana pendukung. Ribuan personel dari berbagai instansi disiagakan untuk mengamankan titik-titik rawan kemacetan dan kecelakaan, terutama di jalur wisata Puncak yang menjadi langganan kepadatan saat libur Lebaran.

Ketua Umum PB INSPIRA, Rizqi Fathul Hakim, menyatakan bahwa langkah pengerahan personel gabungan yang dilakukan oleh Kapolres Bogor patut diapresiasi sebagai bentuk keseriusan negara dalam melindungi masyarakat. Menurutnya, koordinasi lintas instansi yang solid menjadi kunci utama keberhasilan pengamanan mudik tahun ini.

“Kami dari PB INSPIRA memberikan apresiasi kepada Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto yang telah mengerahkan lebih dari 5.000 personel gabungan untuk Operasi Ketupat Lodaya 2026. Ini menunjukkan komitmen nyata kepolisian dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang akan merayakan Lebaran bersama keluarga. Sinergi antara Polri, TNI, Dinas Perhubungan, dan elemen masyarakat ini patut menjadi contoh daerah lain,” ujar Rizqi Fathul Hakim dalam keterangan persnya, Jumat (13/3/2026).

Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto menjelaskan bahwa total personel yang dikerahkan mencapai 5.123 orang, terdiri dari 1.099 personel Polres Bogor dan 4.024 personel dari instansi terkait. Mereka yang terlibat antara lain dari Kodim, Subdenpom, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta relawan masyarakat. Ribuan personel ini akan ditempatkan di sejumlah pos pengamanan dan pos pelayanan yang tersebar di titik-titik strategis sepanjang jalur mudik di Kabupaten Bogor.

“Pada tahun ini Operasi Ketupat Lodaya 2026 dilaksanakan mulai tanggal 13 Maret hingga 25 Maret 2026. Kami mendirikan 14 pos pengamanan yang tersebar di berbagai kecamatan rawan kemacetan dan kecelakaan. Selain itu, kami juga menyiapkan satu pos pelayanan di Rest Area Gunung Mas, kawasan Puncak, yang akan melayani kebutuhan pemudik seperti informasi dan tempat istirahat sementara,” kata Wikha saat apel gelar pasukan.

Untuk meningkatkan kualitas pelayanan, Polres Bogor juga mengoperasikan satu pos terpadu di Pos Hoegeng Gadog. Pos ini dirancang dengan konsep tematik yang lebih nyaman dan ramah bagi pemudik. Di lokasi tersebut, tersedia berbagai fasilitas modern seperti Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) hasil kerja sama dengan pihak swasta, yang sangat dibutuhkan mengingat semakin banyaknya kendaraan listrik yang digunakan masyarakat.

Selain SPKLU, di Pos Terpadu Gadog juga terdapat masjid yang dapat dimanfaatkan pemudik untuk beribadah maupun sekadar beristirahat melepas lelah sebelum melanjutkan perjalanan. Fasilitas ini diharapkan mampu mengurangi risiko kecelakaan akibat kelelahan berkendara, sekaligus memberikan kenyamanan spiritual bagi para musafir yang tengah menempuh perjalanan panjang di bulan suci.

Menanggapi kesiapan sarana dan prasarana tersebut, Rizqi Fathul Hakim menambahkan bahwa inovasi seperti penyediaan SPKLU dan pos terpadu tematik menunjukkan bahwa Polri tidak hanya bertugas mengatur lalu lintas, tetapi juga hadir memberikan solusi atas kebutuhan kekinian masyarakat. Ia menilai pendekatan ini sejalan dengan semangat transformasi Polri yang semakin humanis.

“Kehadiran fasilitas SPKLU di pos pengamanan adalah terobosan cerdas yang menjawab kebutuhan pemudik pengguna kendaraan listrik. Ini bukti bahwa Polres Bogor benar-benar melakukan pemetaan kebutuhan masyarakat secara detail. Kami mengapresiasi langkah progresif ini dan berharap fasilitas serupa dapat diperluas di titik-titik strategis lainnya,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolres Bogor bersama Bupati Bogor dan jajaran Forkopimda juga meninjau kesiapan Stadion Pakansari yang akan digunakan sebagai lokasi penyelenggaraan Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah. Stadion kebanggaan masyarakat Bogor ini dipersiapkan untuk menampung ribuan jamaah yang ingin melaksanakan shalat Ied bersama pemerintah daerah dan masyarakat umum.

Wikha menilai pemanfaatan Stadion Pakansari sebagai lokasi Shalat Idul Fitri merupakan contoh konkret optimalisasi fasilitas publik untuk kegiatan keagamaan. Menurutnya, stadion yang biasanya digunakan untuk event olahraga ini dapat dialihfungsikan dengan aman dan nyaman berkat koordinasi erat antara kepolisian, pemerintah daerah, dan pengelola stadion.

“Kami bersama Pak Bupati dan Forkopimda telah melakukan pengecekan langsung ke Stadion Pakansari yang rencananya akan menjadi lokasi Shalat Idul Fitri. Ini adalah wujud sinergi dalam memanfaatkan ruang publik untuk kepentingan ibadah masyarakat secara luas. Kami pastikan semua aspek keamanan dan kenyamanan telah dipersiapkan dengan matang,” jelas Wikha.

Menutup rangkaian persiapan Operasi Ketupat Lodaya 2026, Rizqi Fathul Hakim kembali menegaskan bahwa langkah-langkah yang diambil Kapolres Bogor patut menjadi inspirasi bagi daerah lain. Ia berharap semangat pelayanan prima dan sinergi lintas sektoral ini tidak hanya berlangsung saat mudik Lebaran, tetapi juga dapat diterapkan dalam agenda pengamanan lainnya.

“Ini bukan sekadar operasi tahunan, tetapi cermin hadirnya negara yang sungguh-sungguh melayani warganya. Pengerahan ribuan personel, pendirian pos-pos terpadu, hingga penyediaan fasilitas ibadah dan SPKLU menunjukkan bahwa Polri terus berinovasi. Kami berharap masyarakat turut mendukung dengan mematuhi aturan lalu lintas dan menjaga keselamatan bersama. Selamat bertugas kepada seluruh personel, semoga mudik tahun ini berjalan lancar dan penuh berkah,” pungkas Rizqi Fathul Hakim.

Dengan kesiapan maksimal dari jajaran Polres Bogor dan dukungan penuh berbagai instansi terkait, diharapkan arus mudik dan balik Lebaran 2026 di wilayah Kabupaten Bogor dapat berlangsung aman, lancar, dan kondusif. Masyarakat diimbau untuk memanfaatkan pos-pos pelayanan yang telah disediakan serta selalu mengutamakan keselamatan selama dalam perjalanan.

Pos terkait