Bogor – Langkah tegas Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto dalam menginstruksikan larangan aksi sweeping atau razia sepihak oleh kelompok tertentu selama bulan Ramadan mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Cemara Institute, lembaga kajian kebijakan publik yang menilai kebijakan tersebut sebagai bentuk kehadiran negara dalam menjaga kondusivitas dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Kabupaten Bogor.
Direktur Cemara Institute, Rizqi Fathul Hakim menyatakan bahwa instruksi yang dikeluarkan oleh Kapolres Bogor merupakan langkah strategis yang sangat tepat, terutama di tengah meningkatnya aktivitas sosial dan ibadah masyarakat selama bulan suci Ramadan. Ia menegaskan bahwa pelarangan sweeping sepihak menjadi benteng terakhir untuk mencegah terjadinya tindakan main hakim sendiri yang berpotensi mengganggu ketertiban dan keamanan.
“Kami memberikan apresiasi kepada Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto atas ketegasannya melarang aksi sweeping sepihak. Ini adalah bukti nyata bahwa Polri hadir sebagai pelindung masyarakat, bukan hanya sebagai penegak hukum. Instruksi ini menjaga agar Ramadan tetap menjadi ruang ibadah yang damai, tanpa intimidasi dari kelompok mana pun,” ujar Rizqi Fathul Hakim dalam keterangan persnya, Jum’at (20/2/2026).
Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto, secara resmi menginstruksikan jajarannya untuk tidak memberikan toleransi terhadap segala bentuk razia atau sweeping yang dilakukan oleh oknum atau kelompok masyarakat tanpa koordinasi dengan pihak kepolisian. Ia menegaskan bahwa menjaga keamanan adalah tugas utama aparat, dan tidak boleh ada pihak lain yang mengambil alih fungsi tersebut dengan cara-cara yang tidak prosedural.
“Kami tidak akan mentolerir adanya aksi sweeping sepihak oleh kelompok mana pun. Silakan beribadah dengan tenang, serahkan urusan keamanan kepada kami. Jika ada hal-hal yang mencurigakan, masyarakat bisa langsung melapor ke kantor polisi terdekat atau melalui call center 110,” tegas AKBP Wikha saat memimpin apel pasukan beberapa waktu lalu.
Sebagai langkah konkret, Polres Bogor bersama jajaran TNI dan pemerintah daerah menggelar patroli gabungan selama 24 jam penuh sepanjang bulan Ramadan. Patroli ini akan melibatkan personel Satsamapta, Satlantas, serta mendapat dukungan penuh dari Brimob Kedung Halang. Fokus pengamanan akan diarahkan pada titik-titik rawan yang telah dipetakan berdasarkan data historis gangguan keamanan selama bulan puasa.
Rizqi Fathul Hakim menambahkan bahwa kehadiran patroli gabungan secara masif menjadi sinyal kuat bahwa negara tidak main-main dalam melindungi warganya. Ia menilai pendekatan preventif yang dilakukan Polres Bogor jauh lebih efektif dibandingkan tindakan represif yang kerap memicu gesekan di lapangan.
“Patroli 24 jam yang digencarkan Kapolres Bogor ini menunjukkan keseriusan aparat dalam menciptakan rasa aman. Masyarakat bisa menjalankan ibadah puasa, berbuka, hingga sahur tanpa rasa khawatir. Ini adalah bentuk pelayanan prima yang patut dicontoh oleh daerah lain,” imbuhnya.
Dalam pengamanannya, Polres Bogor memprioritaskan tiga waktu krusial, yakni menjelang berbuka puasa, menjelang salat tarawih, dan menjelang sahur. Tiga waktu tersebut dinilai rawan terjadi gangguan seperti aksi Sahur On The Road (SOTR) yang kerap berujung tawuran, balap liar, hingga perang sarung yang membahayakan keselamatan. Pengawasan di kawasan ngabuburit dan pusat keramaian juga akan diperketat untuk menekan potensi kriminalitas.
Kapolres Bogor juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan bulan suci dengan kegiatan produktif, seperti tadarus Al-Qur’an, kajian keagamaan, atau kegiatan sosial lainnya. Ia meminta agar warga menghindari aktivitas di luar rumah yang tidak perlu, terutama pada jam-jam rawan, guna meminimalisir potensi gesekan sosial.
Rizqi Fathul Hakim menutup pernyataannya dengan harapan agar langkah-langkah preventif ini dapat berjalan konsisten hingga akhir Ramadan. Ia juga mengajak masyarakat untuk turut aktif menjaga keamanan lingkungan masing-masing dengan melaporkan potensi gangguan kepada aparat, bukan dengan bertindak sendiri.
“Kami berharap Polres Bogor terus konsisten melakukan patroli dan pengawasan. Masyarakat juga harus sadar bahwa keamanan adalah tanggung jawab bersama. Jangan ragu melapor jika melihat hal mencurigakan. Dengan sinergi yang baik, Insyaallah Ramadan tahun ini akan berjalan aman, tertib, dan penuh berkah,” pungkasnya.
