BOGOR, INDONESIA — Tim Auxegreen, kelompok inovator mahasiswa dari IPB University yang beranggotakan Abimanyu Pratama Sasongko, Adhirajasa Maximillian Soetomo, dan Siti Maemunah, resmi dinobatkan sebagai Juara 1 sekaligus meraih penghargaan bergengsi Best Product Award pada ajang The 16th International Product Design Competition (IPDC) 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Sumatera Utara (USU). Di bawah bimbingan dosen Dr. Yessie Widya Sari, S.Si., M.Si., tim ini mendisrupsi industri logistik lewat invensi mutakhir mereka, X-Eco, sebuah pelindung kemasan ramah lingkungan (Sustainable Product) yang berhasil mendobrak batas efisiensi operasional rantai pasok (Lean Process). Inovasi hijau ini memanfaatkan produk sampingan (byproduct) berupa serat pelepah daun pisang (Banana Central Rib Fiber) dan kulit kopi (Coffee Husk) sebagai bahan baku utama untuk menekan akumulasi limbah pertanian (reduce waste).
Selama ini, industri logistik dihadapkan pada dilema besar: menjaga keamanan barang dengan plastik pelindung sekali pakai yang murah namun merusak lingkungan, atau beralih ke kemasan hijau yang sering kali mahal dan kurang efisien secara operasional. Menjawab tantangan tersebut pada kompetisi internasional besutan Universitas Sumatera Utara ini, Tim Auxegreen membuktikan bahwa aspek keberlanjutan dan prinsip lean tidak harus saling mengorbankan. X-Eco dirancang secara holistik untuk memenuhi kedua pilar tersebut dari hulu ke hilir.
Aspek kompetitif yang membawa X-Eco memenangkan dua penghargaan sekaligus di ajang tahunan ke-16 ini terletak pada keunggulan desain ganda:
Sebagai Sustainable Product, X-Eco sepenuhnya mengadopsi prinsip ekonomi sirkular. Dengan mengganti plastik berbasis minyak bumi dengan limbah pertanian lokal, produk ini mampu memangkas jejak karbon kemasan secara signifikan. Karena berbasis penuh pada bahan hayati (bio-based), X-Eco dapat terurai sempurna menjadi biomassa dan nutrisi tanah melalui pengomposan tanpa meninggalkan residu mikroplastik berbahaya. Kerapatan struktur mekanisnya diperkuat secara mutakhir melalui teknologi 3D printing, menghasilkan kekuatan tarik ekstrem yang jauh melampaui kemampuan pelindung plastik konvensional di pasaran.
Sebagai Lean Process, X-Eco dirancang untuk memotong pemborosan kuota ruang dan biaya pengiriman yang selama ini menjadi momok bagi penyedia jasa logistik akibat membawa ruang kosong. Melalui rekayasa geometris struktur auksetik (Auxetic Geometry), diameter gulungan X-Eco berhasil dipangkas secara drastis sehingga menjadi sangat kompak. Desain ini memungkinkan kendaraan pengiriman memuat lembar kemasan jauh lebih banyak dalam sekali jalan, yang secara langsung meningkatkan utilitas beban armada, memotong trip pengiriman ekstra, dan menekan emisi logistik. Ditambah lagi, tingkat durabilitasnya yang tinggi memungkinkan X-Eco digunakan kembali secara berulang kali, sehingga menjatuhkan biaya operasional pengemasan jangka panjang secara signifikan.
“Kami ingin mendobrak paradigma lama yang menganggap proses berkelanjutan itu lambat dan mahal,” ujar Abimanyu Pratama Sasongko, perwakilan dari Tim Auxegreen. “Melalui X-Eco, kami membuktikan di panggung kompetisi internasional USU bahwa rekayasa fisika material maju dapat menyatukan Life Cycle Focus yang hijau dengan Operational Efficiency yang ringkas ke dalam satu strategi bisnis yang kompetitif. Kami menghadirkan solusi yang melindungi bumi sekaligus melindungi margin keuntungan perusahaan.”





