INSPIRA Apresiasi Kapolres Bogor Raih Penghargaan Pospam Terbaik Kedua Se-Jabar

BOGOR – Pengurus Besar Inisiator Perjuangan Ide Rakyat (PB INSPIRA) memberikan apresiasi kepada Kepala Kepolisian Resor Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto atas raihan penghargaan Pos Pelayanan Terpadu (Pospam) Terbaik Kedua se-Jawa Barat. Apresiasi ini merupakan bentuk pengakuan elemen masyarakat sipil atas dedikasi aparat dalam melayani publik, khususnya selama momentum krusial arus mudik dan balik Idulfitri 1447 H.

Ketua Umum PB INSPIRA, Rizqi Fathul Hakim menyatakan bahwa prestasi yang ditorehkan Polres Bogor bukan sekadar piala atau predikat, melainkan cerminan hadirnya aparat di tengah rakyat. “Kami melihat langsung bagaimana Kapolres Bogor dan jajarannya bekerja. Ini bukan hanya soal pengamanan, tetapi bagaimana polisi bertransformasi menjadi pelayan publik yang humanis, modern, dan dekat dengan masyarakat,” ujarnya, Selasa (05/05/2026).

Penghargaan tersebut secara resmi disematkan Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan, di sela upacara apel di Mapolda Jabar pada Senin, 4 Mei 2026. Dalam penilaian ketat Operasi Ketupat Lodaya 2026, Polres Bogor sukses menyabet posisi runner-up dengan perolehan nilai tinggi, yakni 93. Capaian ini menegaskan posisi strategis Polres Bogor sebagai salah satu satuan kewilayahan paling siap di Jawa Barat.

Keberhasilan ini tidak lepas dari gebrakan inovasi Polres Bogor dengan menghadirkan Posko Terpadu Jenderal Hoegeng di kawasan Gadog. Mengusung tema visual unik “Timur Tengah Aladin”, posko tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pusat kendali Komunikasi, Koordinasi, Komando, dan Pengendalian (K3I), melainkan juga menjelma menjadi pusat pelayanan publik satu atap yang atraktif dan lengkap.

Rizqi Fathul Hakim menyoroti inovasi tematik ini sebagai terobosan cerdas yang menghilangkan kesan kaku pos pengamanan. “Konsep ‘Timur Tengah Aladin’ ini jenius. Pemudik yang lelah tidak hanya bisa beristirahat, tetapi juga terhibur. Ini membuktikan bahwa pelayanan kepolisian bisa dikemas dengan kreativitas tanpa mengurangi esensi keamanan dan ketertiban,” tegasnya.

Berdasarkan hasil penilaian, kriteria yang menjadi tolok ukur meliputi kesiapsiagaan personel, kelengkapan fasilitas pelayanan, inovasi teknologi informasi untuk pemantauan arus lalu lintas, serta kecepatan respons terhadap situasi darurat di lapangan. Posko Gadog dinilai unggul karena menyediakan fasilitas lengkap mulai dari pos kesehatan, area bermain anak, kafetaria, hingga Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SKLU) yang modern.

Menanggapi apresiasi ini, AKBP Wikha Ardilestanto menyebut penghargaan itu sebagai kado bagi seluruh pemangku kepentingan. “Alhamdulillah, penghargaan dari Bapak Kapolda Jabar ini merupakan kado bagi seluruh stakeholder dan anggota Polres Bogor yang telah berdedikasi tinggi. Nilai 93 yang kami peroleh menjadi motivasi untuk terus berinovasi memberikan pelayanan yang semakin humanis dan modern,” ujar Wikha.

Polres Bogor memang memikul beban berat dalam setiap operasi kepolisian, mengingat wilayah hukumnya mencakup Jalur Puncak yang merupakan salah satu jalur wisata terpadat di Indonesia. Konsistensi pengamanan dan manajemen lalu lintas di titik-titik krusial ini menjadi salah satu faktor determinan dalam penilaian dewan juri. Kehadiran posko terpadu itu dinilai efektif memecah kepadatan dan mempercepat penanganan insiden di lapangan.

Rizqi Fathul Hakim menambahkan, PB INSPIRA berharap prestasi serupa dapat menjadi standar baru bagi seluruh polres di Indonesia, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan lalu lintas tinggi. “Kami berharap model pelayanan seperti di Polres Bogor ini bisa direplikasi. Masyarakat tidak hanya butuh pengamanan fisik, tetapi juga kenyamanan psikologis selama perjalanan. Polres Bogor telah membuktikan bahwa pelayanan prima bisa diraih dengan inovasi dan hati,” ungkapnya.

Dengan torehan prestasi juara kedua tingkat Polda Jabar ini, Polres Bogor di bawah komando AKBP Wikha Ardilestanto semakin memantapkan reputasinya sebagai korps pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang adaptif terhadap perkembangan zaman serta kebutuhan riil warga.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *