JAKARTA — Pengurus Besar Inisiator Perjuangan Ide Rakyat (PB INSPIRA) memberikan apresiasi kepada Irjen Pol Andi Mochammad Dicky Pastika Gading atas penunjukannya sebagai Staf Ahli Menko Polkam Bidang Ideologi dan Konstitusi di Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan. Penunjukan perwira tinggi alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1998 itu dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara kepolisian dan kementerian koordinator di bidang politik dan keamanan.
Ketua Umum PB INSPIRA, Rizqi Fathul Hakim menilai pengangkatan Irjen Pol Andi Mochammad Dicky menjadi Staf Ahli Menko Polkam Bidang Ideologi dan Konstitusi merupakan salah satu pilihan strategis yang diberikan oleh Kapolri. Menurutnya, posisi tersebut memegang peranan penting dalam merumuskan kebijakan di bidang ideologi dan konstitusi yang menjadi fondasi stabilitas politik dan keamanan nasional.
“PB INSPIRA menyambut baik penunjukan Irjen Pol Andi Mochammad Dicky sebagai Staf Ahli Menko Polkam Bidang Ideologi dan Konstitusi. Ini adalah pilihan strategis Kapolri yang menempatkan perwira berkualitas di posisi yang tepat untuk memperkuat koordinasi lintas lembaga,” ujar Rizqi Fathul Hakim dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Irjen Pol Andi M Dicky resmi menyandang pangkat bintang dua. Jabatan bintang duanya saat ini adalah Staf Ahli Menko Polkam Bidang Ideologi dan Konstitusi di Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan. Ia menggantikan Irjen Pol Dr. Andry Wibowo, alumni Akpol 1993, yang sebelumnya menduduki posisi tersebut.
Sebelum menduduki posisi ini, Irjen Pol Andi Mochammad Dicky Pastika menjabat sebagai Sekretaris Umum Badan Koordinasi Pemberantasan Rupiah Palsu (Botasupal) di bawah Badan Intelijen Negara (BIN). Kiprahnya di lembaga tersebut dinilai sukses memperkuat koordinasi antar-lembaga dalam menekan peredaran uang palsu secara nasional, yang berbuah apresiasi berupa kenaikan pangkat Bintang Satu (Brigjen Pol) pada 2023.
Irjen Pol Andi Mochammad Dicky Pastika Gading lahir pada April 1976 dan saat ini berusia 50 tahun. Ia merupakan putra dari Irjen Pol (Purn) Andi Masmiyat, mantan Kapolda Kalimantan Timur. Latar belakang keluarga kepolisian ini menjadi fondasi kuat bagi pembentukan karakter dan dedikasi yang ditunjukkan sepanjang kariernya di Korps Bhayangkara.
Rizqi Fathul Hakim menambahkan, sosok Irjen Pol Andi Mochammad Dicky dikenal sebagai perwira yang memiliki integritas dan kapasitas mumpuni. Hal ini terlihat dari perjalanan kariernya yang panjang dan beragam, mulai dari level Polres hingga penugasan di lembaga strategis seperti BIN dan Kemenko Polkam.
“Rekam jejak beliau menunjukkan dedikasi dan profesionalisme yang luar biasa. Pengalaman sebagai Kapolres Bogor selama lebih dari tiga tahun dan keberhasilannya di Botasupal BIN menjadi bukti nyata kapasitas kepemimpinannya,” tegas Rizqi.
Meski mencatatkan sejarah sebagai Kapolres Bogor terlama yang memimpin selama 3 tahun 2 bulan (2016–2019), Irjen Pol Andi Mochammad Dicky dinilai sukses menjaga stabilitas keamanan, menangani konflik sosial, serta mengawal agenda pemilu nasional tanpa gejolak berarti. Kabupaten Bogor merupakan wilayah krusial dengan jumlah penduduk yang sangat padat, saat itu mencapai 5,8 juta jiwa.
Riwayat pendidikan Irjen Pol Andi Mochammad Dicky mencerminkan komitmennya terhadap pengembangan profesionalisme. Ia menempuh Akademi Kepolisian (Akpol) 1998, Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen), serta Dikreg Sesko TNI XLVIII T.A. 2021. Ia juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Pribadi (Sekpri) Wakapolri Spripim Polri.
Sepanjang kariernya, Irjen Pol Andi Mochammad Dicky telah menduduki berbagai jabatan strategis. Ia pernah menjabat sebagai Kapolres Karawang Polda Jawa Barat (2015–2016), Kapolres Kabupaten Bogor Polda Jawa Barat (2016–2019), Kasubbagbinpuan Bagbin PPNS Ro Korwan PPNS Bareskrim Polri (2019), Pamen Baintelkam Polri dengan penugasan khusus pada BIN, Analis Kebijakan Madya Bidang Kamneg Baintelkam Polri (2020), Sekretaris Umum Botasupal BIN (2023), dan Plh. Staf Ahli Bidang Ideologi dan Konstitusi Menko Polkam (2025).
Irjen Pol Andi M Dicky seangkatan dengan Irjen Pol Adi Vivid Agustiadi Bachtiar yang juga naik pangkat bintang dua sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tk. I Sespim Lemdiklat Polri. Bedanya, Andi Mochammad Dicky naik pangkat per September 2026 saat Kapolri masih dijabat Jenderal Listyo Sigit Prabowo, sedangkan Vivid naik pangkat bintang dua per 3 Oktober 2026 berdasarkan surat yang ditandatangani Kapolri Baru, Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto.
Rizqi Fathul Hakim berharap sinergi antara Polri dan Kemenko Polkam dapat semakin solid dalam menjaga stabilitas ideologi dan konstitusi. Menurutnya, posisi Staf Ahli Menko Polkam Bidang Ideologi dan Konstitusi memiliki peran krusial dalam merumuskan kebijakan strategis yang berdampak langsung pada keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Kami mendorong Irjen Pol Andi Mochammad Dicky untuk terus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menjaga ideologi dan konstitusi. Ini adalah momentum penting untuk memastikan kebijakan pemerintah di bidang politik dan keamanan berjalan selaras dengan semangat reformasi dan demokrasi,” pungkas Rizqi Fathul Hakim.
Dengan penunjukan Irjen Pol Andi Mochammad Dicky Pastika Gading sebagai Staf Ahli Menko Polkam Bidang Ideologi dan Konstitusi, diharapkan upaya penguatan ideologi Pancasila dan konstitusi UUD 1945 dapat berjalan lebih efektif dan terukur. Kinerja impresif dan keahlian kepemimpinannya selama ini menjadi modal berharga untuk menjalankan amanah baru di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, demi tercapainya stabilitas nasional yang berkeadilan dan berkelanjutan.
