INOVASI SISTEM MINI-APARTEMEN KEPITING BAKAU

Monitoring kegiatan penggunaan mini-apartemen kepiting bakau di Desa Pangkah Wetan, Kecamatan Ujung Pangkah, Gresik. (Insert : Beberapa kepiting bakau hasil panen pemeliharaan selama 2 minggu)

Tim Pemberdayaan Masyarakat IPB University (dalam program Dospulkam-dosen pulang kampung) mengadakan monitoring penerapan inovasi sistem mini-apartemen kepiting bakau pada anggota kelompok Masyarakat Pengawas Muara Tangguh di Desa Pangkah Wetan, Kecamatan Ujung Pangkah pada tanggal 3-5 September 2026.  Tim IPB yang melaksanakan kegiatan monitoring pemberdayaan masyarakat ini adalah Sulistiono, Thomas Nugroho, Aldian, dan M. Ramadhan.  Kegiatan monitoring dilakukan untuk mengevaluasi penggunaan alat yang berupa mini-apartemen kepiting bakau selama 2 bulan pelaksanaan kegiatan (Juli-September 2026) yang ditempatkan di rumah salah satu anggota kelompok (Bpk. Ahmad Santoso).

Kepiting bakau (Scylla spp) merupakan hewan yang banyak diminati masyarakat sebagai salah satu sumber protein dalam menu makanan.  Komoditas ini memiliki harga yang semakin naik dari hari ke hari, karena peminatnya yang semakin banyak.  Harga kepiting bakau semakin naik ketika terdapat perayaan tertentu (Tahun Baru Cina, Tahun Baru Masehi, dll.). Pemeliharaan hewan ini semakin banyak dilakukan oleh masyarakat Indonesia dengan berbagai sistem. Ada yang melakukan pemeliharaan di tambak, di hutan mangrove, atau melalui penggunaan sistem apartemen. Sistem apartemen kepiting, merupakan sistem pemeliharaan kepiting yang dilakukan di tempat yang tidak luas (di dalam rumah, di halaman rumah), namun dapat menghasilkan produksi yang cukup besar dalam satuan luas yang sama.

Berdasarkan hasil pemantauan, kepiting bakau yang dipelihara di mini-apartemen kepiting bakau cukup baik, namun masih mengalami tingkat kematian (survival rate) lebih tinggi dari 17-28%, atau rata-rata 22%.  Pada uji coba tersebut juga disampaikan bahwa kepiting yang dipelihara sebanyak 1,25 kg menjadi menurun menjadi 1,15 kg sebagai akibat kematian selama pemeliharaan.

Grafik 1. Hasil uji coba pemeliharaan kepiting bakau di mini-apartemen kepiting bakau di Desa Pangkah Wetan, Ujung Pangkah, Gresik (Juli-September 2026).

Upaya ke depan, mesti dilakukan perbaikan pada sistem pemeliharaannya.  Misalnya, dilakukan pemeliharaan kepiting yang berasal langsung dari hasil tangkapan nelayan, tidak berasal dari pengepul.  Karena kepiting yang berasal dari pengepul, umumnya kepiting tersebut sudah cukup lama di pengepul dan memungkinkan kepiting mati atau lemas sebelum dimasukkan ke mini-apartemen kepiting.

Pos terkait