BOGOR — Indonesian Center for Biodiversity and Biotechnology (ICBB) bersama Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani (AB2TI) resmi membuka pendaftaran ICBB-AB2TI Award VII 2027. Ajang bertajuk “Lomba Teknologi Pertanian Inovatif” ini mengusung tema “Padi Produktivitas Tertinggi Tingkat Nasional” dan menyasar petani kecil di seluruh Indonesia.
Kompetisi menyediakan total hadiah Rp100 juta, dengan rincian juara pertama Rp50 juta, juara kedua Rp30 juta, dan juara ketiga Rp20 juta. Peserta akan menanam tiga varietas unggul, yaitu IF8 yang dikenal sebagai varietas produktivitas tinggi, IF16 yang tahan terhadap cekaman lingkungan, serta IF20 yang berpotensi hasil tinggi dan berkualitas. Masa tanam dilakukan pada Musim Tanam 1 dan/atau Musim Tanam 2 2027, dengan batas akhir panen Agustus 2027.
Untuk mengikuti lomba, petani wajib mendaftar sebagai anggota AB2TI melalui laman resmi ab2ti.org. Pendaftaran dan pencetakan kartu anggota tidak dipungut biaya. Langkah ini sekaligus bertujuan menjaga peredaran benih unggul di kalangan komunitas AB2TI. Benih disediakan panitia untuk luasan 1.000–2.000 meter persegi per peserta, disesuaikan dengan ketersediaan benih dan jumlah pendaftar. Peserta diperbolehkan menanam lebih dari satu varietas, dengan ketentuan setiap varietas ditanam pada lahan minimal 1.000 meter persegi.
Dalam keterangan resminya, panitia menyampaikan bahwa teknik budidaya sepenuhnya diserahkan kepada peserta, mulai dari pembibitan, pengolahan lahan, jarak tanam, jumlah bibit per lubang tanam, dosis dan waktu pemupukan, pengelolaan air, hingga pengendalian gulma dan hama. Seluruh metode tanam tersebut wajib dilaporkan karena menjadi bagian dari penilaian.
Panitia menjelaskan, perhitungan produksi tidak menggunakan metode ubinan, melainkan menghitung luasan yang ditanam dan mengonversinya per hektar dalam wujud Gabah Kering Panen. Kadar air gabah ditetapkan 25 persen; bila kadar air lebih rendah atau lebih tinggi, hasilnya akan dikonversi ke standar tersebut. Pengambilan sampel uji produktivitas dilakukan dua minggu sebelum panen. Sebanyak 10 rumpun diambil, terdiri atas dua rumpun di pinggir pematang dan delapan rumpun di tengah. Gabah dari 10 rumpun tersebut kemudian dirontokkan dan ditimbang utuh.
Panitia pusat maupun kabupaten akan menyeleksi laporan peserta dan melakukan peninjauan lapangan sebelum panen. Perhitungan produksi dilakukan oleh panitia dengan didampingi petugas Badan Pusat Statistik dan/atau perwakilan pemerintah lainnya. Pemenang akan diumumkan dan hadiah diserahkan pada September 2027.
Informasi dan pendaftaran dapat diakses melalui kode QR resmi panitia. Untuk keperluan teknis, peserta dapat menghubungi Masroni di nomor +62 812-1439-5955. Sekretariat ICBB beralamat di Kompleks ICBB, Jl. Citubang Nagrak No. 62, Kelurahan Situgede, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jawa Barat.
Melalui ajang ini, ICBB dan AB2TI berharap dapat memacu inovasi teknologi budidaya padi di kalangan petani kecil, memperkuat peredaran benih unggul, serta mendorong produktivitas tinggi yang berkelanjutan. Kompetisi ini mengusung semangat “Bersama Petani Kecil, Mewujudkan Pertanian Unggul untuk Masa Depan Indonesia.”
